Kamis, 12 Maret 2009

Revitalisasi Gerakan Pramuka untuk Memantapkan Pendidikan Non-Formal

Revitalisasi gerakan Pramuka yang dicanangkan Presiden RI sebagai upaya sistematis, berkelanjutan, dan terencana untuk mengaktifkan kembali peran, fungsi dan kegiatan pokok gerakan Pramuka, diharapkan dapat memantapkan konsep pendidikan norformal.
Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho ST mewakili Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumut (Gubsu H Syamsul Arifin SE) saat membuka Perkemahan Pramuka Santri Penggalang dan Penegak se Sumut di Bumi Perkemahan Sibolangit, Rabu (25/2).
“Kegiatan seperti ini juga salah satu upaya memantapkan konsep pendidikan nonformal, sebagai tindak lanjut pelaksanaan revitalisasi di pondok pesantren yang pada dasarnya merupakan perwujudan dari kode kehormatan gerakan Pramuka, yakni Tri Satya dan Dasa Darma,” ucap Wagubsu didampingi Ibu di hadapan 934 Pramuka Santri dan lainnya di Bumi Perkemahan Sibolangit.
Hadir diacara itu antara lain Kepala Kwardasu Drs H Amansyah Nasution bersama ibu, Kadispora Sumut Arjoni Munir, Kadis Nakertrans Sumut Rapotan Tambunan, Kadis Kimpraswil Sumut Syarifuddin Siregar, Plt Kadisdik Sumut Delta Pasaribu, Karo Binsos Setdapropsu H Zulkarnain, Sekda Deliserdang Drs Azwar MSi, Dandim dan Kapolres Deliserdang.
Di kesempatan itu, H Gatot berpesan agar kegiatan tersebut bisa menjadikan gugus depan sebagai wadah pembinaan kaum muda berperan lebih aktif membangkitkan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, pengetahuan dan life skill.
“Harapan kami sebagai kakak pembina, kegiatan perkemahan ini menjadi motivasi diri bagi gugus depan untuk menjadi pramuka sejati yang pada gilirannya akan membentuk gugus depan yang baik di pondok pesantren,” ucap H Gatot.
Sebelumnya, Ketua Panitia Perkemahan Pramuka Santri, Dra Hj Risnawaty Dartatik Damanik APTH MM merincikan, kegiatan perkemahan yang bertemakan “Pramuka Santri Indonesia Generasi Muda yang Bertaqwa dan Memiliki Keilmuan dalam Merajut Semangat Persaudaraan” tersebut diikuti 934 orang. Terdiri dari penggalang putra 714 orang, penggalang putri 181 orang, penegak putra 191 orang, penegak putri 129 orang, dan pembina/pendamping 90 orang.
Kegiatan perkemahan yang berlangsung empat hari, 24-28 Februari 2009 ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa pengabdian dan kepedulian anggota gerakan Pramuka terhadap masyarakat, bangsa dan negara.
Selain itu, lanjut Hj Dartatik, perkemahan juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan mempererat jiwa persahabatan dan persaudaraan, serta menambah pengetahuan, ketrampilan, dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
sumber: http://www.medanbisnisonline.com/2009/02/26/revitalisasi-gerakan-pramuka-untuk-memantapkan-pendidikan-non-formal/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar