Senin, 04 Mei 2009

Label: 16 pendidikan anak usia dini Prioritaskan pendidikan dasar bagi usia dini Fakfak, Upaya peningkatan mutu pendidikan dasar dan sumber daya manus

Fakfak, Upaya peningkatan mutu pendidikan dasar dan sumber daya manusia di Kabupaten Fakfak, Irian Jaya Barat, menjadi program prioritas bagi anak usia dini di kawasan terpencil daerah itu.

"Untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas hendaknya pendidikan dasar menjadi prioritas kemudian menyusul SLTP, SLTA dan perguruan tinggi," kata Bupati Fakfak Drs Wahidin Purada belum lama ini.

Dikatakannya, untuk peningkatan mutu pendidikan dasar di daerahnya telah diadakan kerja sama dengan Universitas Cenderawasih Jayapura melalui program Diploma (D II) PGSD yang berhasil meluluskan 150 tenaga guru. Upaya ini merupakan langkah terobosan baru dan sangat strategis dalam mengatasi kekurangan tenaga guru SD di daerah terpencil, yang selama ini tidak mencukupi kebutuhan.

Pemkab Fakfak, tidak hanya memenuhi kebutuhan guru di daerah pedalaman, tapi membantu membangun rumah layak huni bagi para guru tersebut mereka sehingga diharapkan mereka tidak meninggalkan tempat tugas, kata Bupati. Untuk pembangunan rumah guru, pemerintah menyediakan bahan bangunan non lokal seperti semen, seng dan paku, sedangkan bahan bangunan lokal disediakan para guru dan orang tua murid.

Bupati menambahkan, tahun anggaran 2003 melalui APBD II dialokasikan dana Rp15 milyar bagi pembangunan rumah dinas guru di daerah terpencil selain menyediakan sarana transportasi guna mengangkut jatah beras dan gaji. Menyinggung mutu pendidikan SLTP dan SLTA, Bupati menyatakan, terus dipacu dengan meningkatkan pengetahuan para guru di bidang arikmatika, bahasa Inggeris, matematika, dan fisika.

Program arikmatika membawa pengaruh positif bagi para siswa yang akan mengikuti ujian akhir dan terbukti SMU II pada ujian akhir tahun ajaran 2003 lulus 100 persen. Meskipun demikian pada tingkat SLTP masih kekurangan 281 guru, SMP 33 guru, SMU 85 guru, dan untuk mengatasinya telah diangkat 112 guru lokal hingga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan, kata bupati menambahkan.

Menurut bupati, peningkatan mutu pendidikan sangat mendesak dan diinstruksikan agar para guru SD minimal berijazah strata satu dan guru SMP maupun SMU strata dua (S2). Langkah ini ditempuh sebagai upaya memperbaiki mutu pendidikan dasar maupun SLTA di kabupaten penghasil pala terbesar di Papua itu agar tidak jauh tertinggal dari daerah lain di tanah air.

Karena dengan memiliki guru yang berpendidikan tinggi akan menghasilkan lulusan yang berkualitas hingga pada akhirnya melanjutkan pendidikan tinggi di luar Papua, dan mahasiswa asal Fakfak tidak kalah bersaing, ungkap Bupati puarada.

(Sumber : Republika)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar